Selain eksis di media sosial, satu lagi trend yang tak terpisahkan di era milenial, yakni traveling. Terlebih dengan banyaknya destinasi wisata menarik di Indonesia, banyak yang ‘kecanduan’ mengeksplor sisi lain alam nusantara. Mengabadikan keindahan alam ke dalam foto-foto di media sosial, sudah pasti. Lihat saja feed Instagram para influencer populer Indonesia, seperti Ayla Dimitri, Patricia Devina, Keenan Pearce, Ernanda Putra, dan lain sebagainya, latar yang seringkali ditampilkan adalah mother nature. Mengindikasikan traveling sudah jadi gaya hidup masa kini yang makin digandrungi.
Menariknya, traveling yang dicari generasi milenial bukanlah traveling yang biasa. Mereka cenderung memilih traveling yang menantang. Datang ke sebuah tempat, menyewa kamar di hotel atau bahkan rumah penduduk setempat untuk menaruh barang, lalu pergi lagi untuk menjelajah setiap sudut menarik wilayah tersebut. Get lost is even better! Karena di situlah tantangannya. Dengan fakta, berdasarkan survey yang dilakukan kepada 1000 travelers milenial, 40% di antaranya tidak membutuhkan peta dan secara spontan lebih memilih untuk eksplorasi tanpa rencana.
We might don’t need Google maps for traveling, namun rasanya sangat tidak mungkin jika kita tak butuh layanan akomodasi online. Di era serba online sekarang ini, mendapatkan kamar untuk menginap hanya seperti menjentikkan jari. Sangat mudah. Apalagi sudah banyak layanan akomodasi online bertebaran, memudahkan kita mendapatkan kamar hotel dengan harga terbaik. Beberapa pilihan populer antara lain Agoda, ZEN Rooms, dan Pergi.com. Terlebih dengan promo-promo menarik yang ditawarkan, kegiatan traveling menjadi sesuatu yang makin digilai
Musim liburan ada di depan mata, bersiap traveling ke mana? Kemana pun, selalu persiapkan barang esensial. To feed your social medias, smartphone, kamera, dan jaringan internet tak boleh tertinggal. Urusan penginapan juga. Tips: pilihlah penginapan yang sesuai dengan kebutuhan. Jika rencana eksplorasi alam, rumah penduduk (atau kampung wisata yang tengah populer belakangan ini) bisa dijadikan alternatif. Plus, bisa hemat. Sebaliknya, jika ingin lebih memanjakan diri, hotel dengan layanan ekstra tentu jadi pilihan cerdas.
Nahh… dengan demikian secara tidak langsung si millenial traveler akan menunjukan suatu kebiasaan yang berbeda dari traveler generasi sebelumnya
Jika mendengar istilah ‘millennial traveler’, rasanya sudah tidak asing lagi di telinga. Pada generasi kelahiran setelah periode tahun 1980 ini memang unik, karena mereka lahir di era ‘melek teknologi’.
Di balik keunikannya, para generasi millennial ternyata memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menjadi ciri khas. Jika kamu salah satu generasi millennial, tentu merasakan 7 kebiasaan ini ketika traveling
Para millennial traveler lebih percaya teman ketimbang agen perjalanan
Meskipun saat ini banyak agen perjalanan yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Namun, para millennial traveler selalu mempercayakan rencana perjalanan ke teman mereka, selebihnya dari ulasan/ rekomendasi dari blog, website atau media sosial.
Banyak dari generasi millennial traveler memutuskan untuk SKSD (sok kenal sok dekat) dengan beberapa teman lama untuk menemukan penginapan terbaik dan termurah. Bahkan, setelah bertanya, kadang mereka mendapatkan tempat menginap gratis.
Generasi ‘millennial traveler’ selalu memanfaatkan gadget untuk perjalanan
Lahir di tahun setelah 80’an identik dengan teknologi yang serba maju. Di mana makan, tidur, dan jalan-jalan bisa dilakukan hanya dengan menyentuh layar smartphone. Kebiasaan ini membuat para millinneal traveler terbiasa hidup dengan kemajuan teknologi.
Teknologi ini memberikan kemudahan bagi traveler untuk merencanakan perjalanan, mulai dari memesan tiket pesawat, memesan hotel dan masih banyak lagi yang lainnya.
Generasi millenial traveler akan berkorban demi merasakan pengalaman yang belum pernah mereka rasakan
Para millenial traveler identik dengan segala hal yang nekat dan berani. Kebebasan berpendapat dan beraksi yang tercipta setelah terciptanya sistem demokrasi juga menyumbang sifat-sifat nekat para traveler yang lahir pasca tahun 80’an.
Dengan kenekatan ini, para traveler pun selalu melakukan berbagai cara untuk bisa mewujudkan impian jalan-jalan. Bahkan, beberapa traveler sengaja meninggalkan pekerjaan untuk bisa keliling Indonesia.
Generasi millennial traveler lebih suka menonton video dan foto daripada membaca ulasan sebuah destinasi wisata
Terbiasa dengan dunia digital, membuat para millineal traveler menjadi generasi dengan minat baca yang rendah. Para millenial traveler akan lebih suka menikmati beberapa ulasan destinasi wisata atau hotel melalui video dan gambar. Selain lebih entertaining, hal ini membuat para generasi millenial traveler lebih percaya dan ingin datang ke sana Apa kamu salah satu generasi millennial traveler?