Bali sebagai destinasi pariwisata yang siap bersaing pada era global

Ada informasi terkini mengenai pulau dewata Bali yaitu kabupaten Gianyar ditetapkan sebagai pusat kerajinan dunia oleh UNESCO yang mana piagam penghargaannya diserahkan baru-baru ini oleh istri wakil presiden Republik Indonesia ibu Mufida Yusuf Kala di Bali Safari Marine Park. Dengan demikian salah satu daerah di Bali tersebut siap bersaing untuk menarik wisatawan dari mancanegara.

baru-baru ini juga pulau Bali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik di dunia. Penobatan tersebut diberikan oleh tripadvisor lewat travel choice award. Bali ,memiliki daya tarik tersendiri yang bisa menggaet wisatawan dari berbagai belahan dunia. Pulau Dewata ini punya beragam jenis wisata mulai dari alam,budaya hingga kuliner,sehingga pulau Bali. Bali merupakan peringkat pertama diikuti oleh London ( Inggris), Paris (Prancis), Roma (Italia) dan New York (Amerika Serikat)

Kunjungan wisatawan pulau Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Kondisi demikian menunjukkan sektor pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya akan tetap eksis dalam menghadapi MEA . Bahkan, Bali sudah mengirim sumber daya manusia ( SDM) yang handal dalam bidang pariwisata khususnya tenaga kapal pesiar ke Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya di belahan dunia. Hal itu menunjukkan SDM bidang pariwisata dari Bali sudah mampu bersaing di pasar global.

Bali juga sedang gencar-gencarnya mengembangkan desa wisata di seluruh Kabupaten di Bali. Pengembangan desa wisata tersebut mengacu pada potensi yang ada di desa masing-masing. Di Ubud contohnya lebih menitik beratkan wisata budaya dan kuliner, sedangkan di desa lainnya seperti di desa-desa kabupaten Karangasem lebih menitik beratkan wisata alam dan petualangan, begitu pula di desa-desa di kabupaten lainnya. Dengan demikian Bali betul-betul bisa bersaing di pasar global .

Demi Media Sosial Generasi Millennial Mempunyai Kebiasaan Baru Dalam ber Traveling

Selain eksis di media sosial, satu lagi trend yang tak terpisahkan di era milenial, yakni traveling. Terlebih dengan banyaknya destinasi wisata menarik di Indonesia, banyak yang ‘kecanduan’ mengeksplor sisi lain alam nusantara. Mengabadikan keindahan alam ke dalam foto-foto di media sosial, sudah pasti. Lihat saja feed Instagram para influencer populer Indonesia, seperti Ayla Dimitri, Patricia Devina, Keenan Pearce, Ernanda Putra, dan lain sebagainya, latar yang seringkali ditampilkan adalah mother nature. Mengindikasikan traveling sudah jadi gaya hidup masa kini yang makin digandrungi.

Menariknya, traveling yang dicari generasi milenial bukanlah traveling yang biasa. Mereka cenderung memilih traveling yang menantang. Datang ke sebuah tempat, menyewa kamar di hotel atau bahkan rumah penduduk setempat untuk menaruh barang, lalu pergi lagi untuk menjelajah setiap sudut menarik wilayah tersebut. Get lost is even better! Karena di situlah tantangannya. Dengan fakta, berdasarkan survey yang dilakukan kepada 1000 travelers milenial, 40% di antaranya tidak membutuhkan peta dan secara spontan lebih memilih untuk eksplorasi tanpa rencana.

We might don’t need Google maps for traveling, namun rasanya sangat tidak mungkin jika kita tak butuh layanan akomodasi online. Di era serba online sekarang ini, mendapatkan kamar untuk menginap hanya seperti menjentikkan jari. Sangat mudah. Apalagi sudah banyak layanan akomodasi online bertebaran, memudahkan kita mendapatkan kamar hotel dengan harga terbaik. Beberapa pilihan populer antara lain Agoda, ZEN Rooms, dan Pergi.com. Terlebih dengan promo-promo menarik yang ditawarkan, kegiatan traveling menjadi sesuatu yang makin digilai

Musim liburan ada di depan mata, bersiap traveling ke mana? Kemana pun, selalu persiapkan barang esensial. To feed your social medias, smartphone, kamera, dan jaringan internet tak boleh tertinggal. Urusan penginapan juga. Tips: pilihlah penginapan yang sesuai dengan kebutuhan. Jika rencana eksplorasi alam, rumah penduduk (atau kampung wisata yang tengah populer belakangan ini) bisa dijadikan alternatif. Plus, bisa hemat. Sebaliknya, jika ingin lebih memanjakan diri, hotel dengan layanan ekstra tentu jadi pilihan cerdas.

Nahh… dengan demikian secara tidak langsung  si millenial traveler akan menunjukan suatu kebiasaan yang berbeda dari traveler generasi sebelumnya

Jika mendengar istilah ‘millennial traveler’, rasanya sudah tidak asing lagi di telinga. Pada generasi kelahiran setelah periode tahun 1980 ini memang unik, karena mereka lahir di era ‘melek teknologi’.

Di balik keunikannya, para generasi millennial ternyata memiliki kebiasaan-kebiasaan yang menjadi ciri khas. Jika kamu salah satu generasi millennial, tentu merasakan 7 kebiasaan ini ketika traveling

Para millennial traveler lebih percaya teman ketimbang agen perjalanan

Meskipun saat ini banyak agen perjalanan yang bisa diakses melalui aplikasi di smartphone. Namun, para millennial traveler selalu mempercayakan rencana perjalanan ke teman mereka, selebihnya dari ulasan/ rekomendasi dari blog, website atau media sosial.

Banyak dari generasi millennial traveler memutuskan untuk SKSD (sok kenal sok dekat) dengan beberapa teman lama untuk menemukan penginapan terbaik dan termurah. Bahkan, setelah bertanya, kadang mereka mendapatkan tempat menginap gratis.

Generasi ‘millennial traveler’ selalu memanfaatkan gadget untuk perjalanan

Lahir di tahun setelah 80’an identik dengan teknologi yang serba maju. Di mana makan, tidur, dan jalan-jalan bisa dilakukan hanya dengan menyentuh layar smartphone. Kebiasaan ini membuat para millinneal traveler terbiasa hidup dengan kemajuan teknologi.

Teknologi ini memberikan kemudahan bagi traveler untuk merencanakan perjalanan, mulai dari memesan tiket pesawat, memesan hotel dan masih banyak lagi yang lainnya.

Generasi millenial traveler akan berkorban demi merasakan pengalaman yang belum pernah mereka rasakan

Para millenial traveler identik dengan segala hal yang nekat dan berani. Kebebasan berpendapat dan beraksi yang tercipta setelah terciptanya sistem demokrasi juga menyumbang sifat-sifat nekat para traveler yang lahir pasca tahun 80’an.

Dengan kenekatan ini, para traveler pun selalu melakukan berbagai cara untuk bisa mewujudkan impian jalan-jalan. Bahkan, beberapa traveler sengaja meninggalkan pekerjaan untuk bisa keliling Indonesia.

Generasi millennial traveler lebih suka menonton video dan foto daripada membaca ulasan sebuah destinasi wisata

Terbiasa dengan dunia digital, membuat para millineal traveler menjadi generasi dengan minat baca yang rendah. Para millenial traveler akan lebih suka menikmati beberapa ulasan destinasi wisata atau hotel melalui video dan gambar. Selain lebih entertaining, hal ini membuat para generasi millenial traveler lebih percaya dan ingin datang ke sana Apa kamu salah satu generasi millennial traveler?

Introduce Yourself (Example Post)

This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.

You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.

Why do this?

  • Because it gives new readers context. What are you about? Why should they read your blog?
  • Because it will help you focus you own ideas about your blog and what you’d like to do with it.

The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.

To help you get started, here are a few questions:

  • Why are you blogging publicly, rather than keeping a personal journal?
  • What topics do you think you’ll write about?
  • Who would you love to connect with via your blog?
  • If you blog successfully throughout the next year, what would you hope to have accomplished?

You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.

Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.

When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.

Design a site like this with WordPress.com
Get started